CINTA YANG DIBATASI
Panas,,
Itu yang sedang Sera rasakan saat ini,
bukan karena dia lagi jalan di bawah sinar matahari, bukan karena dia lagi
memegang api. Tapi, dia sedang memegang buku yang paling sakral, buku yang
paling ditunggu setiap akhir semester. Mau tahu buku apa itu, Buku itu adalah
Raport.
Ada sesuatu yang terjadi, pikir Sera. Tunggu,,,,,
aku rasa ada yang beda. Oh my god, apa
ini ?? kenapa ada angka merah di Raport aku ?? ini mimpikan ???
“Sera
!!!
Gawat,
mama ngamuk...
“Sera,
kamu itu ngapain aja sih? Gimana bisa nilai kamu anjlok kayak gini. Kamu
benar-benar udah kecewain mama!
Sera
gak sanggup liat wajah mama, gimana ini? Kok bisa ya nilai aku ada yang gak
cukup, padahal biasanya nilai aku baik-baik aja, walau pun aku bukan juara
kelas. Terus, nilai yang gak cukup itu di Pelajaran IPS. Padahal aku suka
banget pelajaran IPS. Ini pasti gara-gara guru killer itu, gara-gara dia, semangat belajar aku di pelajaran IPS
turun banget. Pikir Sera
“Sera,,
“Mama
bukan marah karena gak sayang sama kamu, tapi mama marah karena kamu satu
semester lagi bakal Ujian Nasional nak, gimana caranya kamu ujian kalau nilai
kamu cuma segini?
“ya
ma, Maafin sera, sera janji akan belajar lebih giat lagi. Sera gak bakal bikin
mama kecewa lagi, sera janji...
Teman-teman
Sera semuanya sumringah, puas dengan hasil yang mereka dapatkan. Tapi Sera cuma
bisa menunduk lesu.
“Sera,
gimana nilai kamu? Tanya Lili
“Hancur
!! jawab Sera
“kok
bisa sih? Nilai apa yang paling kurang ? Tanya Lili gak percaya.
“IPS
!!! jawab Sera singkat
“What???
Bukannya kamu di pelajaran IPS jago banget. Apalagi sekarang yang ngajar itukan
guru paling ganteng sedunia.
“tolong
jangan bahas tentang guru satu itu, aku lagi sebal banget sama dia. Gimana bisa
coba dia ngasih aku nilai segini, padahalkan aku selalu hadir, tugas selalu aku
bikin, trus aku gak pernah bikin masalah sama dia. Ya udahlah aku pulang dulu,
bye..
Seperjalanan pulang, Sera menendang semua kerikil
yang dia temui, dia melakukan itu untuk menghilangkan rasa kesalnya. Terakhir
sera menendang kaleng yang dia temui.
Bruk
!!!
Aduh
!!
Gawat,
kayaknya ada yang kena tendangan kaleng. Sera langsung buru-buru mencari sumber
suara. Tapi, Sera sangat terkejut ketika menyadari siapa yang malang hingga
kena tendangan kaleng Sera. Rupanya beliau adalah orang yang paling Sera benci
saat ini.
Muhamad
Arifin.SPd atau yang biasa di panggil pak ari, adalah guru IPS yang terkena
tendangan kaleng itu.
“Sera
!! Kenapa kamu lempar kaleng ke bapak ? Tuduh pak Ari.
“Saya
gak ngelempar bapak. Bapak jangan asal tuduh dong ! seru Sera
“terus,
gimana bisa kaleng ini kena kepala bapak kalau bukan karena kamu yang lempar?
Tanya pak Ari.
“bapak
jangan asal tuduh dong, mana mungkin saya ngelempar bapak.! Jawab Sera
“ya
mungkin aja, mana tahu kamu dendam sama bapak karena nilai IPS kamu rendah.
Seru pak Ari
“terserah
aja bapak mau percaya atau gak. Yang penting saya gak sengaja nendang kaleng
itu. Saya capek pak, saya mau pulang dulu, permisi”. Balas sera
Pak
Ari Cuma bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Sera. Beliau melanjutkan
perjalanannya.
Sesampainya
Sera dirumah, dia masih juga menatap nilai IPS yang kurang itu. Sera masih
belum puas dengan nilai yang dia dapatkan. Tetapi tidak Sera pungkiri, bahwa
selama ini, semenjak Pak Ari yang mengajar, Sera kehilngan fokus.
Muhamad
Arifin SPd. Atau yang biasa dipanggil Pak Ari adalah guru baru di SMA Anggrek
tempat Sera sekolah. Pertama kali Sera melihat Pak Ari, Sera Pikir Pak Ari
adalah Zayn Malik. Personel One Direction yang super ganteng itu. Semenjak itu
Sera mulai bertingkah aneh di kelas untuk menarik perhatian Pak Ari.
Macam-macam yang Sera lakukan seperti menyanyi di dalam kelas, makan dalam
kelas, dandan berlebihan, yang membuat Pak Ari sangat marah. Tetapi, semua yang
dilakukan sera itu karena dia ingin menarik perhatian pak ari, karena diam-diam
sera suka sama pak Ari.
“ketika
masuk SMA aku berharap bisa memiliki pasangan, kami belajar bersama, main
bersama, pulang bersama. Tapi semua itu sirna karena aku gak tertarik lagi sama
yang lain. Pilihanku sudah jatuh di Pak Ari. Tetapi aku tidak bisa menarik garis
batas ini. Garis batas yang membuat kami ini berbeda. Dia adalah guruku.
Seharusnya aku menghormati pak Ari seperti orang tua. Bukan ingin memilikinya
sebagai kekasih. Ini adalah hal yang terlarang. Aku tidak boleh menarik garis
batas ini.
Lagi
pula pak Ari tidak pernah melakukan aku secara istimewa. Dia melakukan aku sama
seperti murid yang lain. Tidak ada yang berbeda. Malahan pak Ari suka
marah-marah karena tingkahku yang aneh”. Batin Sera
“ihhhh, andai
aja pak Ari gak jutek gitu sama aku. Batin Sera.
Sera mulai
terlelap dalam kekesalan yang memenuhi sesak di dadanya.
“Kring....
kring” ......
Jam
weker Sera melengkingkan suara menunjukkan jam 05.00. Hari ini semester akhir
bagi Sera di SMA Anggrek. Sera mulai bangun dan mempersiapkan diri untuk
bernagkat kesekolah. Pagi ini ada yang beda dengan Sera, dia tidak seceria
biasanya. Ketika sarapan pagi sera kumpul bersama keluarganya, Sera menyantap
sarapannya tanpa sepatah katapun.
“Sera,
kamu kenapa nak? Sakit? Tanya mama
Sera
sadar dari lamunannya. “Gak kok ma. Sera baik-baik aja.
“trus,
kenapa kamu diam kayak gitu, biasanya suara bajaj aja kalah sama suarakamu
pagi-pagi gini. Tutur mama.
Sera
hanya tersenyum kecut kepada mamanya.
“Sera,
semester ini kamu harus benar-benar belajar nak. Kalau tidak kamu tidak bisa
mengikuti UN dengan baik. Katanya kamu mau melanjutkan kuliah. Belajar yang
baik ya nak. Nasehat Mama.
“Ya
ma, Sera janji akan belajar lebih giat lagi. Sera berangkat dulu ya”. Pamit
Sera.
Seperjalanan
kesekolah Sera bertemu dangan Lili sahabatnya.
“Hai
Sera !!!
“Hai.
“Lho,
kok lesu kayak gitu. Biasanya semangat. Oceh Lili
Sera
hanya terdiam dan melanjutkan perjalanan. Didalam hati Sera ada satu hal yang
membuat dia kurang semangat hari ini. Karena hari ini adalah semester akhir
sera di SMA Anggrek. Dimana juga semester akhir Sera bertemu dengan Pak Ari.
“Sera,
kamu masih mikir Pak Ari juga.
“Iya..
“Ya ampun Sera, kamu kok sampai segitunay sich. Kamu bisa kacau kaalu kayak gini terus. Lebih baik mulai sekarang kamu lupain pak Ari deh. Kita udah mau menghadap UN lho. Kita gak boleh kehilangan fokus. Nasehat Lili
“Ya ampun Sera, kamu kok sampai segitunay sich. Kamu bisa kacau kaalu kayak gini terus. Lebih baik mulai sekarang kamu lupain pak Ari deh. Kita udah mau menghadap UN lho. Kita gak boleh kehilangan fokus. Nasehat Lili
“Yang
dikatakan Lili benar, aku harus melupakan pak Ari. Sekarang aku harus fokus
untuk menghadap UN. Gumam Sera dalam hati.
Kelas
3a SMA Anggrek sudah mulai di penuhi oleh siswa dan siswi. Bel sudah berbunyi
menandakan pelajaran akan segera dimulai.
“sera,
semangat. Inikan mata pelajaran IPS. Kata Lili yang duduk di sebelah Sera
“trus
kalau pelajaran IPS aku harus loncat-loncat, sorak-sorak kayak orang gila gitu.
Tangkap Sera
“lho,
yang ngajarnya kan pak Ari.
Gup,
gup, gup,,,
Jantung
sera mulai berdegup kencang. Karena sadar bahwa pak Ari akan mengajar di
kelasnya.
“Pagi
anak-anak. Sapa pak Ari
“Pagi
pak. Jawab siswa-siswi kelas 3a
“Anak-anak,
mulai sekarang kalian harus belajar lebih ekstra, karena sebentar lagi kalian
akan menghadapi UN. Makadari pada itu, kalian harus fokus menyimak apa yang di
ajarkan oleh semua guru. Itu untuk persiapan kalian menghadapi Ujian Nasional.
Pak
Ari mulai mengajar di depan kelas. Semua anak mengikuti pelajaran dengan
tertib. Semuanya fokus menyimak apa yang di sampaikan oleh pak ari.
Tring....
Tring..
Bel
berbunyi menandakan mata pelajaran pertama sudah berakhir. Siswa kelas 3a mulai
meninggalkan kelas menuju kekantin untuk mengisi perut. Pak ari masih mengemasi
barang-barang bekas mengajar tadi. Sera terakhir keluar dari kelas.
“Sera
!! Panggil pak Ari
Sera
menoleh ke arah pak ari
“Sera,
kamu kenapa pucat ? kamu sakit ? dari tadi bapak perhatikan kamu lesu dan pucat.
Tanya pak Ari.
“saya
baik-baik aja pak. Jawab sera
“Sera,
kamu harus jaga kesehatan supaya kamu bisa fokus belajar. Nasehat pak Ari
“Saya
tidak sakit, saya baik-baik saja, saya bukan anak kecil pak, yang tidak bisa
menjaga kesehatan sendiri. Jawab sera
Suasana
hening. Raut wajah pak Ari terkejut menandakan ada sesuatu yang tidak baik
terjadi tadi. Sera menyadari kalau yang di ucapkan tadi tidak pantas untuk dia
ucapkan. Seharusnya Sera lebih sopan karena Pak Ari adalah gurunya.
“Ooo,
baguslah kalau kamu baik-baik saja. Bapak ke kantor dulu. Pamit pak Ari sambil
mengusap kepala Sera.
Degh..
Jantung
Sera berdebar kencang. Sambil menatap punggung pak Ari yang menjauh. Sera
memandang punggung pak Ari hingga menghilang. Didalam hati Sera menyadari bahwa
dia sangat mencintai Pak Ari, bukan sebatas guru, tetapi lebih.
“Garis
batas ini tidak boleh terlewati, aku tidak boleh melewati garis batas ini.
Gumam Sera
![]() |
|||
![]() |
|||
Ujian
Nasional sudah berakhir, anak-anak kelas 3a semua lega karena mereka bisa mengikuti
UN dengan baik. Mereka mulai liburan bersama-sama satu kelas. Pilihan mereka
adalah camping di suatu wilayah perkemahan. Sera juga antusias mengikuti
kegiatan tersebut. Ada beberapa guru mengikuti camping tersebut, slaah satunya
pak Ari..
“anak-anak,
semuanya kumpul sekarang. Seru pak Ari.
“anak-anak,
sekarang kalian bagi tugas, Rahmat, Vera, jack dan Sera kalian cari kayu bakar.
Mila, Lili, indah dan Desi memasak untuk makan siang. Dan yang lain bersihkan
wilayah camping ini. Bagi yang akan meninggalkan area camping untuk mencari
kayu bakar, jangan lupa bawa handphone kalian, takut ada yang kesasar.
“siap
pak. Jawab anak-anak
“kalian bawa HP ya, punya aku ada di tenda. Malas mau
ngambil. Kata Jack
“punyaku
habis batre jack. Jawab Rahmat
“aku
juga. Kata Vera
“Sera,
batre Hp kamu adakan ? tanya Jack
“ada
kok, tenang aja, lagi pulakan kita gak bakalan mencar jauh-jauhkan. Ungkap
Sera.
“Ya,
buat formalitas aja, soalnya tadi pak Ari nyuruh kita bawa HP. Ya udahlah, yuck
berangkat.
Sera
dan teman-teman yang lain mulai mencari kayu bakar. Mereka sedikit memisahkan
diri karena kayu bakarnya tidak berada di satu tempat. Sera mulai keasyikan
mencari kayu bakar, semakin lama semakin jauh, makin jauh sehingga Sera tidak
sadar dia memisahkan diri terlalu jauh dengan yang lain. Ketika kayu bakar yang
dia kumpulkan sudah cukup, baru dia sadari bahwa di sudah memisah kan diri
terlalu jauh dengan teman yang lain. Sera panik, hingga menjerit-jerit
memanggil temannya yang lain. Tetapi tidak ada satupun yang menjawab panggilan
sera, sera mulai sadar bahwa dia sudah jauh meninggalkan teman-temannya. Tapi
sebentar,Sera ingat dia bawa HP. Dia mncari kontak yang mungkin bisa
menolongnya. Ketika dia mencari kontak, Sera menemukan kontak pak Ari, tanpa
menunggu lagi Sera langsung menghubingi pak Ari.
“hello
“hello
pak, pak saya terpisah jauh dengan teman-teman yang lain, saya takut pak.
“Sera
tenang, sekarang kamu bisa tunjukan kamu lagi dimana ? mungkin ada tanda-tanda
yang bisa bapak gunakan buat mencari kamu.
“
disini ada pohon besarpak, kebanyakan pohon cemara.
“baiklah,
kamu tunggu disana. Jangan kemana-mana.
Klik.
HP sera dimatikan. Sambil menunggu pak Ari, Sera ketakutan. Sera mulai menangis
sendirian. Tapi tidak lama Sera
mendengar seseorang memanggilnya. Tidak salah lagi, itu suara Pak Ari. Pak Ari menemukan Sera.
“Sera,
kamu baik-baik saja ?
“bapak
!!! Sera menangis sesenggukan
“Sudah,
jangan menangis lagi. Ada Bapak disini. Ayo kita pulang. Jawab apk Ari.
“Pak,
boleh saya gandeng tangan bapak, saya takut tersesat lagi.
Pak
Ari terkejut, tetapi dia mencapai tangan Sera menuntun jalan pulang ke tenda.
Sera mnyadari ini pertama kali dia bergandengan tangan dengan pak Ari, dia
merasakan damai yang luar biasa. Ketakutan tadi sudah hilang. Sekarang yang
tinggal hanya kenyamanan dan kehangatan tangan pak Ari menjalar keseluruh tubuh
Sera.
“Pak.
Panggil sera
“Ya
“Pak,
salahkah kalau saya suka ba....
“kamu
seharusnya jangan meninggalkan teman kamu terlalu jauh, kalau terlalu jauh
seperti ini kan repot. Pasti teman-temanmu yang lain khawatir.
Sera
dan Pak Ari berjalan tanpa suara. Hening.
“sudah
samapi. Ucap pak Ari sambil melepaskan tangan Sera.
“Pak,
saya su,,,
“Jangan
sampai tersesat lagi. Dan sekarang istirahat lah di tenda.
Pak
Ari meninggalkan Sera, sera lagi-lagi hanya menatap punggung pak Ari yang mulai
menjauh.
“garis
batas ini tidak boleh terlewati. Aku tidak boleh melewatinya. Gumam Pak
Ari.........
Kelas
3a, Perpisahan...
Hari
ini adalah hari perpisahan anak kelas 3a, setelah mendapatkan hasil Ujian
Nasional dan dinyatakan lulus. Sebelum merayakan acara perpisahan anak-anak
kelas 3a di absen oleh Pak Ari.
Sera
terlarut dengan lamunannya sendiri. Sera sedih karena hari ini adalah hari terakhir dia bertemu
teman-teman, dan juga hari terakhir dia bertemu dengan orang yang dicintainya,
yaitu Pak Ari.
“Aku
tidak bisa menyampaikan perasaanku. Gumam sera
“Sera,,
“sera,,,
Sera
sadar dari lamunannya. Pak Ari memanggil Sera untuk absen.
“hadir.
Jawab sera.
Selesai
membagikan ijazah semua siswa pulang. Sera bersama Lili berjalan di lorong
kelas.
“Sera,
aku pulang duluan ya, ayahku sudah menunggu di luar. Bye,,
“bye,,
Sera
melanjutkan perjalanannya di lorong sekolah, tanpa sengaja dia bertemu dengan
pak Ari.
“Selamat
atas kelulusannya
“Terima
kasih. Jawab sera
Sera
dan Pak Ari melanjutkan perjalanan. Dalam hati sera berkata.
“Apakah
perasaanku ini takkan pernah tersampaikan? Apakah selamanya aku harus memendap
perasaan ini tanpa di ketahui pak Ari?
Sera
berlari keruangan Guru. Dia harus menemui pak Ari.
“pak
Ari.....
Hening,
diruangan itu tidak ada satu orang pun. Sera mendekati meja pak Ari. Di sana
dia menemuka kertas dan menulis sesuatu. Sera meninggalkan ruangn guru. Tidak
lama kemudian Pak Ari memasuki kantor guru, di sana dia bertemu Pak Diba.
“Sedih
ya pak Ari, anak-anak sudah lulus dan meninggalkan kita. Setelah ini kita bukan
murid dan guru lagi.
“Ya,
Sedih. Jawab pak Ari
“ada
murid yang membuat pak Ari terkesan? Tanya pak Diba
“ya,
begitulah. Kata pak Ari sambil menyusun
berkas-berkas di mejanya. Kegiatan pak budi berhenti ketika menemukan kertas
yang bertulisan SAYA SUKA MUHAMMAD ARIFIN. DARI SERA.
Digerbang
sekolah Sera menangis, karena hari ini adalah hari terakhir dia di sekolah ini.
“semuanya
berakhir setelah aku pergi. Aku tidak akan bisa bertemu Pak Ari lagi....
“SERA
!!!!!
Hosh
,, Hosh,,, bunyi seseorang menarik nafas karena berlari. Rupanya pak Ari yang
memanggil Sera.
“Pak
Ari, ada apa ? ada yang ingin pak ari katakan? Ayo pak, katakanlah...
“itu,,,,
hosh,, hosh,,, Pak Ari masih Menarik
nafas dengan cepatnya
“cepat
katakan pak atau aku tidak akan pernah tahu bagaimana cara melupakan cintaku
pada bapak.
Pak
Ari terkejut, lalu dia menjawab, “tapikan kamu murid bapak.
Sera
menggapai tangan Pak Ari, sambil berkata, “aku bukan muridmu lagi.
Tanpa
berkata apapun, pak budi memeluk Sera.
“aku
juga suka padamu. Dan kali ini kamu harus mendengarkannya, bahwa selama ini aku
sangat menyukaimu. Apakah kamu mendengarkan dengan jelas?
Sera
tidak menjawab, Sera hanya menangis di pelukan Pak Budi. Sudah tidak ada yang
Sera sembunyikan lagi. Garis pembatas diantara meraka, sudah tidak terlihat lagi
........
SELESAI


Tidak ada komentar:
Posting Komentar