Rabu, 16 September 2015

CINTA YANG DIBATASI

Panas,,
Itu yang sedang Sera rasakan saat ini, bukan karena dia lagi jalan di bawah sinar matahari, bukan karena dia lagi memegang api. Tapi, dia sedang memegang buku yang paling sakral, buku yang paling ditunggu setiap akhir semester. Mau tahu buku apa itu, Buku itu adalah Raport.
 Ada sesuatu yang terjadi, pikir Sera. Tunggu,,,,, aku rasa ada yang beda. Oh my god, apa ini ?? kenapa ada angka merah di Raport aku ?? ini mimpikan ???
“Sera !!!
Gawat, mama ngamuk...
“Sera, kamu itu ngapain aja sih? Gimana bisa nilai kamu anjlok kayak gini. Kamu benar-benar udah kecewain mama!
Sera gak sanggup liat wajah mama, gimana ini? Kok bisa ya nilai aku ada yang gak cukup, padahal biasanya nilai aku baik-baik aja, walau pun aku bukan juara kelas. Terus, nilai yang gak cukup itu di Pelajaran IPS. Padahal aku suka banget pelajaran IPS. Ini pasti gara-gara guru killer itu, gara-gara dia, semangat belajar aku di pelajaran IPS turun banget. Pikir Sera
“Sera,,
“Mama bukan marah karena gak sayang sama kamu, tapi mama marah karena kamu satu semester lagi bakal Ujian Nasional nak, gimana caranya kamu ujian kalau nilai kamu cuma segini?
“ya ma, Maafin sera, sera janji akan belajar lebih giat lagi. Sera gak bakal bikin mama kecewa lagi, sera janji...
Teman-teman Sera semuanya sumringah, puas dengan hasil yang mereka dapatkan. Tapi Sera cuma bisa menunduk lesu.
“Sera, gimana nilai kamu? Tanya Lili
“Hancur !! jawab Sera
“kok bisa sih? Nilai apa yang paling kurang ? Tanya Lili gak percaya.
“IPS !!! jawab Sera singkat
“What??? Bukannya kamu di pelajaran IPS jago banget. Apalagi sekarang yang ngajar itukan guru paling ganteng sedunia.
“tolong jangan bahas tentang guru satu itu, aku lagi sebal banget sama dia. Gimana bisa coba dia ngasih aku nilai segini, padahalkan aku selalu hadir, tugas selalu aku bikin, trus aku gak pernah bikin masalah sama dia. Ya udahlah aku pulang dulu, bye..
 Seperjalanan pulang, Sera menendang semua kerikil yang dia temui, dia melakukan itu untuk menghilangkan rasa kesalnya. Terakhir sera menendang kaleng yang dia temui.
Bruk !!!
Aduh !!
Gawat, kayaknya ada yang kena tendangan kaleng. Sera langsung buru-buru mencari sumber suara. Tapi, Sera sangat terkejut ketika menyadari siapa yang malang hingga kena tendangan kaleng Sera. Rupanya beliau adalah orang yang paling Sera benci saat ini.
Muhamad Arifin.SPd atau yang biasa di panggil pak ari, adalah guru IPS yang terkena tendangan kaleng itu.
“Sera !! Kenapa kamu lempar kaleng ke bapak ? Tuduh pak Ari.
“Saya gak ngelempar bapak. Bapak jangan asal tuduh dong ! seru Sera
“terus, gimana bisa kaleng ini kena kepala bapak kalau bukan karena kamu yang lempar? Tanya pak Ari.
“bapak jangan asal tuduh dong, mana mungkin saya ngelempar bapak.! Jawab Sera
“ya mungkin aja, mana tahu kamu dendam sama bapak karena nilai IPS kamu rendah. Seru pak Ari
“terserah aja bapak mau percaya atau gak. Yang penting saya gak sengaja nendang kaleng itu. Saya capek pak, saya mau pulang dulu, permisi”. Balas sera
Pak Ari Cuma bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Sera. Beliau melanjutkan perjalanannya.
Sesampainya Sera dirumah, dia masih juga menatap nilai IPS yang kurang itu. Sera masih belum puas dengan nilai yang dia dapatkan. Tetapi tidak Sera pungkiri, bahwa selama ini, semenjak Pak Ari yang mengajar, Sera kehilngan fokus.
Muhamad Arifin SPd. Atau yang biasa dipanggil Pak Ari adalah guru baru di SMA Anggrek tempat Sera sekolah. Pertama kali Sera melihat Pak Ari, Sera Pikir Pak Ari adalah Zayn Malik. Personel One Direction yang super ganteng itu. Semenjak itu Sera mulai bertingkah aneh di kelas untuk menarik perhatian Pak Ari. Macam-macam yang Sera lakukan seperti menyanyi di dalam kelas, makan dalam kelas, dandan berlebihan, yang membuat Pak Ari sangat marah. Tetapi, semua yang dilakukan sera itu karena dia ingin menarik perhatian pak ari, karena diam-diam sera suka sama pak Ari.
“ketika masuk SMA aku berharap bisa memiliki pasangan, kami belajar bersama, main bersama, pulang bersama. Tapi semua itu sirna karena aku gak tertarik lagi sama yang lain. Pilihanku sudah jatuh di Pak Ari. Tetapi aku tidak bisa menarik garis batas ini. Garis batas yang membuat kami ini berbeda. Dia adalah guruku. Seharusnya aku menghormati pak Ari seperti orang tua. Bukan ingin memilikinya sebagai kekasih. Ini adalah hal yang terlarang. Aku tidak boleh menarik garis batas ini.
Lagi pula pak Ari tidak pernah melakukan aku secara istimewa. Dia melakukan aku sama seperti murid yang lain. Tidak ada yang berbeda. Malahan pak Ari suka marah-marah karena tingkahku yang aneh”. Batin Sera
“ihhhh, andai aja pak Ari gak jutek gitu sama aku. Batin Sera.
Sera mulai terlelap dalam kekesalan yang memenuhi sesak di dadanya.

“Kring.... kring” ......
Jam weker Sera melengkingkan suara menunjukkan jam 05.00. Hari ini semester akhir bagi Sera di SMA Anggrek. Sera mulai bangun dan mempersiapkan diri untuk bernagkat kesekolah. Pagi ini ada yang beda dengan Sera, dia tidak seceria biasanya. Ketika sarapan pagi sera kumpul bersama keluarganya, Sera menyantap sarapannya tanpa sepatah katapun.
“Sera, kamu kenapa nak? Sakit? Tanya mama
Sera sadar dari lamunannya. “Gak kok ma. Sera baik-baik aja.
“trus, kenapa kamu diam kayak gitu, biasanya suara bajaj aja kalah sama suarakamu pagi-pagi gini. Tutur mama.
Sera hanya tersenyum kecut kepada mamanya.
“Sera, semester ini kamu harus benar-benar belajar nak. Kalau tidak kamu tidak bisa mengikuti UN dengan baik. Katanya kamu mau melanjutkan kuliah. Belajar yang baik ya nak. Nasehat Mama.
“Ya ma, Sera janji akan belajar lebih giat lagi. Sera berangkat dulu ya”. Pamit Sera.
Seperjalanan kesekolah Sera bertemu dangan Lili sahabatnya.
“Hai Sera !!!
“Hai.
“Lho, kok lesu kayak gitu. Biasanya semangat. Oceh Lili
Sera hanya terdiam dan melanjutkan perjalanan. Didalam hati Sera ada satu hal yang membuat dia kurang semangat hari ini. Karena hari ini adalah semester akhir sera di SMA Anggrek. Dimana juga semester akhir Sera bertemu dengan Pak Ari.
“Sera, kamu masih mikir Pak Ari juga.
“Iya..
“Ya ampun Sera, kamu kok sampai segitunay sich. Kamu bisa kacau kaalu kayak gini terus. Lebih baik mulai sekarang kamu lupain pak Ari deh. Kita udah mau menghadap UN lho. Kita gak boleh kehilangan fokus. Nasehat Lili
“Yang dikatakan Lili benar, aku harus melupakan pak Ari. Sekarang aku harus fokus untuk menghadap UN. Gumam Sera dalam hati.
Kelas 3a SMA Anggrek sudah mulai di penuhi oleh siswa dan siswi. Bel sudah berbunyi menandakan pelajaran akan segera dimulai.
“sera, semangat. Inikan mata pelajaran IPS. Kata Lili yang duduk di sebelah Sera
“trus kalau pelajaran IPS aku harus loncat-loncat, sorak-sorak kayak orang gila gitu. Tangkap Sera
“lho, yang ngajarnya kan pak Ari.
Gup, gup, gup,,,
Jantung sera mulai berdegup kencang. Karena sadar bahwa pak Ari akan mengajar di kelasnya.
“Pagi anak-anak. Sapa pak Ari
“Pagi pak. Jawab siswa-siswi kelas 3a
“Anak-anak, mulai sekarang kalian harus belajar lebih ekstra, karena sebentar lagi kalian akan menghadapi UN. Makadari pada itu, kalian harus fokus menyimak apa yang di ajarkan oleh semua guru. Itu untuk persiapan kalian menghadapi Ujian Nasional.
Pak Ari mulai mengajar di depan kelas. Semua anak mengikuti pelajaran dengan tertib. Semuanya fokus menyimak apa yang di sampaikan oleh pak ari.
Tring.... Tring..
Bel berbunyi menandakan mata pelajaran pertama sudah berakhir. Siswa kelas 3a mulai meninggalkan kelas menuju kekantin untuk mengisi perut. Pak ari masih mengemasi barang-barang bekas mengajar tadi. Sera terakhir keluar dari kelas.
“Sera !! Panggil pak Ari
Sera menoleh ke arah pak ari
“Sera, kamu kenapa pucat ? kamu sakit ? dari tadi bapak perhatikan kamu lesu dan pucat. Tanya pak Ari.
“saya baik-baik aja pak. Jawab sera
“Sera, kamu harus jaga kesehatan supaya kamu bisa fokus belajar. Nasehat pak Ari
“Saya tidak sakit, saya baik-baik saja, saya bukan anak kecil pak, yang tidak bisa menjaga kesehatan sendiri. Jawab sera
Suasana hening. Raut wajah pak Ari terkejut menandakan ada sesuatu yang tidak baik terjadi tadi. Sera menyadari kalau yang di ucapkan tadi tidak pantas untuk dia ucapkan. Seharusnya Sera lebih sopan karena Pak Ari adalah gurunya.
“Ooo, baguslah kalau kamu baik-baik saja. Bapak ke kantor dulu. Pamit pak Ari sambil mengusap kepala Sera.
Degh..
Jantung Sera berdebar kencang. Sambil menatap punggung pak Ari yang menjauh. Sera memandang punggung pak Ari hingga menghilang. Didalam hati Sera menyadari bahwa dia sangat mencintai Pak Ari, bukan sebatas guru, tetapi lebih.
“Garis batas ini tidak boleh terlewati, aku tidak boleh melewati garis batas ini. Gumam Sera
 


                                                                                                                                   

Ujian Nasional sudah berakhir, anak-anak kelas 3a semua lega karena mereka bisa mengikuti UN dengan baik. Mereka mulai liburan bersama-sama satu kelas. Pilihan mereka adalah camping di suatu wilayah perkemahan. Sera juga antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ada beberapa guru mengikuti camping tersebut, slaah satunya pak Ari..
“anak-anak, semuanya kumpul sekarang. Seru pak Ari.
“anak-anak, sekarang kalian bagi tugas, Rahmat, Vera, jack dan Sera kalian cari kayu bakar. Mila, Lili, indah dan Desi memasak untuk makan siang. Dan yang lain bersihkan wilayah camping ini. Bagi yang akan meninggalkan area camping untuk mencari kayu bakar, jangan lupa bawa handphone kalian, takut ada yang kesasar.
“siap pak. Jawab anak-anak
“kalian  bawa HP ya, punya aku ada di tenda. Malas mau ngambil. Kata Jack
“punyaku habis batre jack. Jawab Rahmat
“aku juga. Kata Vera
“Sera, batre Hp kamu adakan ? tanya Jack
“ada kok, tenang aja, lagi pulakan kita gak bakalan mencar jauh-jauhkan. Ungkap Sera.
“Ya, buat formalitas aja, soalnya tadi pak Ari nyuruh kita bawa HP. Ya udahlah, yuck berangkat.
Sera dan teman-teman yang lain mulai mencari kayu bakar. Mereka sedikit memisahkan diri karena kayu bakarnya tidak berada di satu tempat. Sera mulai keasyikan mencari kayu bakar, semakin lama semakin jauh, makin jauh sehingga Sera tidak sadar dia memisahkan diri terlalu jauh dengan yang lain. Ketika kayu bakar yang dia kumpulkan sudah cukup, baru dia sadari bahwa di sudah memisah kan diri terlalu jauh dengan teman yang lain. Sera panik, hingga menjerit-jerit memanggil temannya yang lain. Tetapi tidak ada satupun yang menjawab panggilan sera, sera mulai sadar bahwa dia sudah jauh meninggalkan teman-temannya. Tapi sebentar,Sera ingat dia bawa HP. Dia mncari kontak yang mungkin bisa menolongnya. Ketika dia mencari kontak, Sera menemukan kontak pak Ari, tanpa menunggu lagi Sera langsung menghubingi pak Ari.
“hello
“hello pak, pak saya terpisah jauh dengan teman-teman yang lain, saya takut pak.
“Sera tenang, sekarang kamu bisa tunjukan kamu lagi dimana ? mungkin ada tanda-tanda yang bisa bapak gunakan buat mencari kamu.
“ disini ada pohon besarpak, kebanyakan pohon cemara.
“baiklah, kamu tunggu disana. Jangan kemana-mana.
Klik. HP sera dimatikan. Sambil menunggu pak Ari, Sera ketakutan. Sera mulai menangis sendirian.  Tapi tidak lama Sera mendengar seseorang memanggilnya. Tidak salah lagi, itu suara Pak Ari.  Pak Ari menemukan Sera.
“Sera, kamu baik-baik saja ?
“bapak !!! Sera menangis sesenggukan
“Sudah, jangan menangis lagi. Ada Bapak disini. Ayo kita pulang. Jawab apk Ari.
“Pak, boleh saya gandeng tangan bapak, saya takut tersesat lagi.
Pak Ari terkejut, tetapi dia mencapai tangan Sera menuntun jalan pulang ke tenda. Sera mnyadari ini pertama kali dia bergandengan tangan dengan pak Ari, dia merasakan damai yang luar biasa. Ketakutan tadi sudah hilang. Sekarang yang tinggal hanya kenyamanan dan kehangatan tangan pak Ari menjalar keseluruh tubuh Sera.
“Pak. Panggil sera
“Ya
“Pak, salahkah kalau saya suka ba....
“kamu seharusnya jangan meninggalkan teman kamu terlalu jauh, kalau terlalu jauh seperti ini kan repot. Pasti teman-temanmu yang lain khawatir.
Sera dan Pak Ari berjalan tanpa suara. Hening.
“sudah samapi. Ucap pak Ari sambil melepaskan tangan Sera.
“Pak, saya su,,,
“Jangan sampai tersesat lagi. Dan sekarang istirahat lah di tenda.
Pak Ari meninggalkan Sera, sera lagi-lagi hanya menatap punggung pak Ari yang mulai menjauh.
“garis batas ini tidak boleh terlewati. Aku tidak boleh melewatinya. Gumam Pak Ari.........
Kelas 3a, Perpisahan...
Hari ini adalah hari perpisahan anak kelas 3a, setelah mendapatkan hasil Ujian Nasional dan dinyatakan lulus. Sebelum merayakan acara perpisahan anak-anak kelas 3a di absen oleh Pak Ari.
Sera terlarut dengan lamunannya sendiri. Sera sedih karena hari  ini adalah hari terakhir dia bertemu teman-teman, dan juga hari terakhir dia bertemu dengan orang yang dicintainya, yaitu Pak Ari.
“Aku tidak bisa menyampaikan perasaanku. Gumam sera
“Sera,,
“sera,,,
Sera sadar dari lamunannya. Pak Ari memanggil Sera untuk absen.
“hadir. Jawab sera.
Selesai membagikan ijazah semua siswa pulang. Sera bersama Lili berjalan di lorong kelas.
“Sera, aku pulang duluan ya, ayahku sudah menunggu di luar. Bye,,
“bye,,
Sera melanjutkan perjalanannya di lorong sekolah, tanpa sengaja dia bertemu dengan pak Ari.
“Selamat atas kelulusannya
“Terima kasih. Jawab sera
Sera dan Pak Ari melanjutkan perjalanan. Dalam hati sera berkata.
“Apakah perasaanku ini takkan pernah tersampaikan? Apakah selamanya aku harus memendap perasaan ini tanpa di ketahui pak Ari?
Sera berlari keruangan Guru. Dia harus menemui pak Ari.
“pak Ari.....
Hening, diruangan itu tidak ada satu orang pun. Sera mendekati meja pak Ari. Di sana dia menemuka kertas dan menulis sesuatu. Sera meninggalkan ruangn guru. Tidak lama kemudian Pak Ari memasuki kantor guru, di sana dia bertemu Pak Diba.
“Sedih ya pak Ari, anak-anak sudah lulus dan meninggalkan kita. Setelah ini kita bukan murid dan guru lagi.
“Ya, Sedih. Jawab pak Ari
“ada murid yang membuat pak Ari terkesan? Tanya pak Diba
“ya, begitulah. Kata pak Ari  sambil menyusun berkas-berkas di mejanya. Kegiatan pak budi berhenti ketika menemukan kertas yang bertulisan SAYA SUKA MUHAMMAD ARIFIN. DARI SERA.
Digerbang sekolah Sera menangis, karena hari ini adalah hari terakhir dia di sekolah ini.
“semuanya berakhir setelah aku pergi. Aku tidak akan bisa bertemu Pak Ari lagi....
“SERA !!!!!
Hosh ,, Hosh,,, bunyi seseorang menarik nafas karena berlari. Rupanya pak Ari yang memanggil Sera.
“Pak Ari, ada apa ? ada yang ingin pak ari katakan? Ayo pak, katakanlah...
“itu,,,, hosh,, hosh,,,  Pak Ari masih Menarik nafas dengan cepatnya
“cepat katakan pak atau aku tidak akan pernah tahu bagaimana cara melupakan cintaku pada bapak.
Pak Ari terkejut, lalu dia menjawab, “tapikan kamu murid bapak.
Sera menggapai tangan Pak Ari, sambil berkata, “aku bukan muridmu lagi.
Tanpa berkata apapun, pak budi memeluk Sera.
“aku juga suka padamu. Dan kali ini kamu harus mendengarkannya, bahwa selama ini aku sangat menyukaimu. Apakah kamu mendengarkan dengan jelas?
Sera tidak menjawab, Sera hanya menangis di pelukan Pak Budi. Sudah tidak ada yang Sera sembunyikan lagi. Garis pembatas diantara meraka, sudah tidak terlihat lagi ........
SELESAI





Tidak ada komentar:

Posting Komentar